Maut
  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Dec 12, 2021
Sial, aku ketiduran pas Maghrib. Pasti gara-gara kecapekan praktek di sekolah tadi pagi. Bau alkohol khas rumah sakit tercium begitu menyengat bercampur sedikit bau amis. Aku membuka sedikit mataku, gelap. Tapi aku baru menyadari, tubuhku tidak bisa bergerak! -------------------------------------------------------------------------- Cerita ini adalah tuangan ingatan dari kisah gaib yang pernah dialami penulis. Aku nggak percaya setan, tapi kejadian aneh benar-benar terjadi. Kamu yakin saat terlelap di kamar, kamu benar-benar sendirian? Jangan lupa berdoa demi keselamatanmu :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Penguasa Alam Ghaib
  • Teror Leak (Selesai✔)
  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • STIGMATA [complete]
  • KAMBING TENGKORAK - SERI SIDIK KLENIK #2 (Sekuel Karung Nyawa)
  • Dibalik Pintu [Bts Horor]
  • AKU INDIGO ???
  • [End] Temukan Aku, Nak!

Sebuah kisah gelap tentang ambisi memiliki keturunan. Tini, ibu muda berusia 19 tahun, terpaksa menerima tawaran menjadi ibu susu di rumah Joglo mewah milik Nyonya Arini. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Di balik kemegahan ukiran kayu jati dan aroma melati yang memabukkan, tersimpan rahasia kelam tentang keluarga ningrat yang terobsesi memiliki keturunan. Saat Tini menyadari bahwa bayi yang harus disusuinya tak seperti bayi pada umumnya, ia sudah terlanjur terikat kontrak mistis yang tak bisa dibatalkan. Kisah horor Jawa ini akan membawa pembaca menyusuri lorong-lorong gelap rumah Joglo, menghadapi pertanyaan mengganggu tentang makna keibuan, dan harga yang harus dibayar untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan kehadiran seorang anak. --- "Setiap wanita memiliki lukanya sendiri. Jangan tambah dalam dengan pertanyaan yang tak perlu, kapan punya anak?" Sebuah pengingat bahwa di balik senyum sopan dan jawaban klise "belum rejeki" dari mereka yang belum dikaruniai anak, mungkin tersimpan kepedihan dan pergulatan batin yang tak pernah kita pahami. Novel ini mengajak kita merefleksikan kembali sensitivitas dalam berinteraksi dengan sesama, terutama terkait isu kesuburan dan keibuan yang begitu personal. Dilarang menjiplak, mengambil sebagian scene ataupun membuatnya dalam bentuk tulisan lain ataupun video tanpa izin penulis. Jika melihat novel ini diplagiat, tolong lapor ke Ig/fb: @hayisaaaroon. Terima kasih, selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines