MAGNANIMOUS(Complated✔)

MAGNANIMOUS(Complated✔)

  • WpView
    Reads 883
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 5, 2021
(SELESAI✔) Kerajaan Anka adalah surga bagi masyarakat Anka. Pepohonan rindang di setiap pinggir jalan menghanyutkan perjalanan menuju kesunyian dan dinginnya pintu yang tak pernah disambut oleh tawa. Harum anggur juga kicauan burung, tak lupa rerumputan hijau yang takkan pernah hilang nyawanya. Embun dipagi hari menyambut datangnya matahari yang hangat walau dunia gelap. Angin semilir yang datang dari timur dimalam hari membuat rumah bercat putih menjadi tempat paling hangat sehangat lampu pijar. Gerbang berpoles cat hitam yang selalu nampak baru menyambut perempuan bernama Aeera yang kini bergelar bangsawan Anka di belakang namanya. Pertemuannya dengan Dionis Anka mengantarkannya pada nasib yang tak disangkanya akan ia hadapi. Anka nampak hangat menyambutnya, namun dinding itu terasa sangat dingin dan kaku. Ingin sekali keluar, tapi hati sudah terkunci, tubuhpun terpenjara di dinginnya dinding Anka. Waktu bagai berlalu dengan cepat hingga sosok itu datang meminta masanya kembali. Namun keadaan tak memberikan hasil baik padanya. Tak hanya raga, hati pun telah di rengut hanya dengan pelukan hangat di malam hari yang dingin. Perlahan menaruh kasih pada yang tak pantas lantaran sepihak yang berbelas pada yang lain. Ia pun sadar perasaan yang tak ingin dibalas lantaran belas kasih itu kini ingin mendapat balasan yang layak.
All Rights Reserved
#635
baik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Roos
  • 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐬𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐮𝐭𝐫𝐢
  • Prince Untuk Alea
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • That Lady, With All Her Secrets
  • A Symphony of life
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Marrying A Prince
  • Blooming Baby
  • Villain Obsession
Roos

"Tolong jadikan aku rakyat biasa." Perkataan dari anak perempuan itu membuat satu aula terdiam. "Tapi kau berada di nomor dua puluh empat dari tahta," ucap kaisar yang juga kakeknya. "Benar, kau putri satu-satunya kekaisaran," jelas raja tak terima, jangan lupakan dia adalah pamannya. Semua orang menatapnya tajam, bahkan ayahnya sudah ingin memitesnya seperti kutu. "Tapi aku mau bebas," bantah gadis itu lagi, bahkan dahinya sudah berlapis-lapis. "Baik kau akan menjadi putri mahkota dari sepupu pertamamu," titah kakeknya dengan ucapan santai yang ditulis oleh kasim. Oh jangan lupakan ucapannya adalah hukum!

More details
WpActionLinkContent Guidelines