SEKTE : The Father's Brides

SEKTE : The Father's Brides

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jun 25, 2024
Jangan pernah mengikuti apapun yang kau temui saat memasuki hutan Atap Talas Kegelapan dan suara suara hewan buas akan jauh lebih baik daripada seorang pria berjubah hitam dengan lentera dan senandung rohani nya "apa kau tersesat, anak muda?" suara berat seorang pria memecah keheningan ditengah kegelapan hutan basah setelah hujan "tolong saya" ucap pemuda itu hampir tak terdengar "ikuti saya, keselamatan ada di depanmu" sayangnya, pemuda itu tidak tahu bahwa, Tidak ada satupun yang mengikuti 'keselamatan' itu akan berhasil keluar dari Atap talas "Dia telah datang di antara kalian, sebentar lagi kita akan dijemput ke surga yang kekal" -Sekte
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#11
satanisme
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Seiream
  • ARTHEMYTH (Terbit)
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • satan village
  • DEVOTEE DEVIL {END} ✓
  • Kelimut (Revisi) END ✓
  • くも の せかい Dunia Kabut
  • WARISAN
  • CREEPY PASTA
Seiream

Ta-tapii Status:167 Di dalam mimpi dari sang pemimpi, orang yang dimimpikan pun terbangun. - Borges "Aku ada di bawah sinar matahari, di tiap embusan angin, di antara langit dan bumi, dan juga di dalam mimpi." Suatu malam, Yu Hao, seorang mahasiswa yang tidak lagi memiliki keinginan untuk hidup, bertemu dengan seorang pengunjung misterius - "Jenderal" - yang bepergian di alam mimpi. Dia memimpin Yu Hao dalam memecahkan teka-teki yang tak terhitung jumlahnya di dunia alam bawah sadar, menyalakan suar api di Tembok Besar yang berkelok-kelok. Setelah itu, kegelapan mulai surut, matahari terbit, dan ketika malam yang panjang benar-benar menyala, dia yang ada di dalam kenyataan terlahir kembali. Naga hitam yang meraung, mercusuar dan mata iblis di garis pantai, hutan hujan di depan Chichén Itzá, binatang buas yang mendatangkan malapetaka di Colosseum ... proyeksi realitas yang aneh dalam kesadaran seseorang mencerminkan tempat tersembunyi yang bahkan tidak bisa tersentuh oleh sinar matahari dari kenyataan - dosa yang tak terhitung jumlahnya dari hati manusia. Perjalanan merebut mimpi terus berlanjut, dan dia hanya bisa berharap bahwa matahari akan terus menerangi hati setiap manusia. - Suar api di Tembok Besar dinyalakan untuk menandakan invasi perbatasan. -

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan