SEKTE : The Father's Brides

SEKTE : The Father's Brides

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2024
WpInfo
Fiction
Mystery
Jangan pernah mengikuti apapun yang kau temui saat memasuki hutan Atap Talas Kegelapan dan suara suara hewan buas akan jauh lebih baik daripada seorang pria berjubah hitam dengan lentera dan senandung rohani nya "apa kau tersesat, anak muda?" suara berat seorang pria memecah keheningan ditengah kegelapan hutan basah setelah hujan "tolong saya" ucap pemuda itu hampir tak terdengar "ikuti saya, keselamatan ada di depanmu" sayangnya, pemuda itu tidak tahu bahwa, Tidak ada satupun yang mengikuti 'keselamatan' itu akan berhasil keluar dari Atap talas "Dia telah datang di antara kalian, sebentar lagi kita akan dijemput ke surga yang kekal" -Sekte
All Rights Reserved
#882
darkromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • kemah Terlarang
  • DEVOTEE DEVIL {END} ✓
  • TRAP-Infernal Night
  • くも の せかい Dunia Kabut
  • ARTHEMYTH (Terbit)
  • susuk
  • HUTAN TERLARANG
  • Kelimut (Revisi) END ✓
  • Tolong, Aku Masih di Sini

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines