The Spoiled Girl

The Spoiled Girl

  • WpView
    LECTURAS 634
  • WpVote
    Votos 244
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 13, 2020
[Hiatus] Sebelum baca jangan lupa buat vote sama komen yaa ♥️ ***** Sore hari itu merupakan awal dari berubah nya seorang gadis manja menjadi sosok yang berbeda. Dikamar Keysha sedang rebahan sambil menonton drakor dilaptopnya namun kegiatan nya terhenti saat mendengar kegaduhan di ruang keluarga nya itu "Mah seharusnya mamah lebih tegas sama si Keysha" "Loh tegas gimana maksudnya yan?" "Mamah lebih tegas biar Keysha itu ngga jadi ketergantungan sama kita" "Apa maksudmu yan?!" Mamah dengan intonasi agak tinggi "Iyan capek mah dengan sifat Manja nya si Keysha itu mau jadi apa dia ?!" "Aku dulu sama alpa ditinggal ditempat nenek biar mandiri tapi kenapa cuma Keysha yang ngga?!" Iyan mulai emosi "Kamu sama alpa berbeda dengan Keysha! Dia itu perempuan!" "Tapi mah apa salah kalau Keysha jadi mandiri? Apa aku sama alpa harus jadi perempuan biar bisa manja?! Iya?!" "Bukan begitu maksud mamah yan dengerin dulu" mamah mulai mereda Karena percuma melawan iyan dengan emosi bisa ngga kelar urusan nya maka dari itu mamah memutuskan untuk mereda dan mencoba bersabar dengan sikap iyan. Dan tanpa mereka sadari ternyata Keysha mendengar semua percakapan itu. *****
Todos los derechos reservados
#632
wattys
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  •  HAZELA
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Istri Pengganti√
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • Perihal Sandwich(End)
  • Arsyilazka
  • AILAH(END)✅
  • LOVE REVOLUTION || JENRINA
  • SELA ta KEY [END]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido