Story cover for Lost Interest (END) by Dianaziza08
Lost Interest (END)
  • WpView
    LECTURAS 14,875
  • WpVote
    Votos 2,397
  • WpPart
    Partes 34
  • WpView
    LECTURAS 14,875
  • WpVote
    Votos 2,397
  • WpPart
    Partes 34
Continúa, Has publicado may 01, 2020
"Aku sayang kamu Sintia, tak menjadi masih, tapi akan selalu. Apapun keadaan kita nanti."- GAKSAN ADELIO

________________________________

"Gaksan? Aku nyakitin kamu, ya?"

"Enggak, Sintia. Kamu cuma berhenti nyakitin diri sendiri dan itu nggak akan pernah membuat aku sakit."

"Kedepannya kamu harus bahagia, ya, Gaksan. Itu pesan aku."

"Tanpa kamu, Sintia?"

"Tanpa aku."


________________________________





Cover by pinterest 
Rabu 13 Mei 2020
Republish
2023
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Lost Interest (END) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Eshal Renjana (Lengkap)✔ de Nana_Kiyowoo
56 partes Concluida
"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.
Feel My Heart, Neo [Na & Neo] de Mikaaakimmm1234
75 partes Continúa
[3rd Story] REVISI Kisah ini mengandung emosi dan kekesalan. Bisa membuat jengkel siapa saya yang membaca. Harap sabar dalam membaca kisah ini. ❗❗CERITA INI DIBACA BUKAN UNTUK DIPLAGIAT ATAU DICIPLAK❗❗ [FOLLOW SEBELUM MEMBACA] genre : FiksiRemaja || 17+ Teenlit Romansa Angsat Na and Neo. || 나 & 너. berarti 'Aku dan kamu' Menurut kamu Arti Aku dan Kamu itu bagaimana? memiliki banyak Arti bukan. Namun bisakah diantara kata 'Aku' dan 'Kamu' disematkan kata kita atau Selamanya. Kisah ini tentang Nara, Cewek Bucin yang menghabiskan masa mudanya untuk mengejar seorang Cowok yang ia Sangat cintai. Namun Sayang, jalan Kisahnya tak semulus Seperti kisah Cinta yang berada didalam Novel yang sering ia baca. Nara harus melewati begitu banyak rintangan. Salah satunya Rintangan mencairkan Hati Neo yang terlanjur Beku dan Meruntuhkan Benteng pertahanan yang cowok itu bangun untuk menghindari dirinya. Akankah Masa muda Nara akan terus berjalan dimasa depan seperti yang ia inginkan? atau itu akan terbuang sia sia dan menjadikan Cinta pertamanya itu sebagai Patah Hati terbesarnya? "Neo jangan pernah katakan, bahwa Neo sedikitpun ga pernah suka sama Na," "Jika Neo katakan, maka detik itu juga Na bakalan berhenti suka sama Neo" "Biarpun sulit dan menyakitkan, tapi ga apa-apa," "Menyukai sebelah pihak itu sangat menyedihkan. Mengetahui dengan jelas bahwa pihak yang satu mungkin tidak memperdulikan pihak yang lain. Dan pihak itu harus berpura pura menjadi orang yang bahagia?" Nara tersenyum Remeh. "Na gak sekuat itu Neo buat tau kalau Neo dari awal, Neo emang ga pernah benar benar suka sama Na." ⚠️WARNING⚠️ BIJAK DALAM MEMBACA, WALAU AGAK TRANSPARAN CERITA INI MEMILIKI PESAN CINTA DI DALAMNYA DAN SIFAT BODOH DAN BRENGSEK TOKOH TIDAK UNTUK DITIRU🙏🏻 ♨Highest Rank💯🎉 #1 in Nangis (21/11/2021) #1 in Thewattys2021 (13/10/2021) #1 in Wattys2021 (15/10/2021) #1 in Littlelove (25/3/2020) Start
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Eshal Renjana (Lengkap)✔ cover
ARTIST cover
GRANDSON'S EYANG MUHSIN [ NCT DREAM] End cover
Broken melodies cover
NAVILLERA cover
BACK 2U [SUDAH TERBIT] cover
Relationships ~| C.I.N.T.A [COMPLETED]✔ cover
First Love [COMPLETED] cover
Feel My Heart, Neo [Na & Neo] cover

Eshal Renjana (Lengkap)✔

56 partes Concluida

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.