Ingatanku padamu,
Kuabadikan di sini
Berserakan di antara waktu nan merangkak kaku
Tika napasku mengukir jejak untuk kemudian
Untuk diammu,
Tak kan kutinggalkan genangan di mata
Meski genggaman terus memudar
Terkurung jiwamu nan lebih menghamba pada enggan
Aku atau kamu?
Di sebentar hinggap dan kemudian terbang
Timbul tenggelam di antara rindu dan dengusan
Dan lalu,
Memilih lesu pada hitungan ke sembilan
Aku atau kamu, sayang?
Yang terus menumbuhkan tanduk
Tanpa mengerti arti denyut yang tinggal hitungan sekian
Aku atau kamu, sayang?!
Pajajaran, 4 Januari 2017
All Rights Reserved