NeverBack

NeverBack

  • WpView
    LECTURAS 89
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 21, 2020
Someone who has Left will Never Back. "Sudah sekian lama, akhirnya aku bisa merasakan suasana luar" batin dirinya. Ia melihat ke arah jam arloji nya. Jam itu adalah pemberian dari cinta pertama nya. "Tuhan, aku hanya ingin menikmati masa masa remajaku dan izinkan aku agar dipertemukan dengannya, walau sedetik" kata nya, sambil mengusap arloji nya. Dan Tes... Tes... "Hahh, why me cry?" ucap cowok itu dengan sendu. ~~~ -Bagaimana kabar mu Rell? -Apa kamu tau, selama ini aku berjuang agar tetap hidup? -Apa kamu merasakan, sakitnya rasa rindu yang terbalas dengan tamparan dan tuduhan? -Apa kamu mengerti, alasan mengapa aku meninggalkan mu Rell? Dari awal, takdir sudah menentukan bahwa aku dan kamu tidak akan bisa bersatu -ELBIEZAY ALTRA FANDRES. Mau tau gimana ceritanya?¿ Kuy para readers dibaca selagi masi hangat :v
Todos los derechos reservados
#59
kepahitan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Inginku Memilikimu
  • The Fate Of My Life (END)
  • You (J & M)
  • ZIA-IE
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • Arkasyah
  • ALEYA~~
  • THE CLIMB [Completed]
  • My Perfect Happy Virus

Walaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersirat ada rasa keKECEWAan. Namun demi membuatku tersenyum, kamu mengeluarkan beribu cara untuk menyembunyikan semua itu. Maafkan aku! Aku tidak tahu! Sumpah! Aku tidak mau salah memilih lagi! Aku tidak rela kamu bersama yang lain. Mungkin aku egois, karena hati. Hati aku yang selalu menuntunku untuk memilihmu. Prilly. Sungguh, aku sudah tak kuat menerima kenyataan ini. Dia sudah bahagia! Tapi aku tetap mengharapkannya! Kenapa Tuhan! Kenapa Engkau mengirim aku hanya untuk menjaganya, bukan memilikinya! Aku ingin menangis menyaksikan semua ini! Tapi aku tak mau terlihat lemah. Aku harus kuat. Tapi, saat dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan senyum riangnya, ya? Aku senang. Apakah aku harus rela melepaskannya untuk orang lain yang disukainya?! Aku tak rela Tuhan! Aliando.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido