Senior 2 ( sasya Pratista )

Senior 2 ( sasya Pratista )

  • WpView
    LECTURAS 44,435
  • WpVote
    Votos 3,091
  • WpPart
    Partes 51
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 11, 2022
" pacaran sama Kaka kelas itu emang ribet , apa lagi kalo udah ketua OSIS , hatersnya dimana mana " ucap sasya geram Paralog 🥀✨ " Kak Fatur nanti kalo lulus SMA mau jadi apa ?" " Abdi negara , gppkan ?" Jawab Fatur " Aku bakal ada buat kak Fatur apapun yang kak Fatur mau lakuin , asal jangan tebar pesona sama cewek lain " Fatur tersenyum , ia melirik sasya sekilas " mau tebar pesona gimana juga sih " " Ya kan biasanya kalo cowok abdi negara itu diincar sama cewek cewek " " Kan yang di incar udah punya pacar " " Intinya jangan tebar pesona " ucap sasya sedikit kesal Fatur mengusap puncak kepala gadis nya " gak sayang " Fatur kembali melirik gadisnya " kalo kamu lulus SMA mau jadi apa ?" Sasya berfikir sejenak " kalo kamu jadi abdi negara aku jadi abdi negara juga boleh gak?" Fatur tertawa kecil " mau jadi apa ? Polwan?" " Bukan , aku mau ikutin mama jadi dokter biar bisa rawat kamu nanti . sang prajurit ku hehehe " ucap sasya sedikit malu dengan perkataan nya , Fatur pun ikut tersenyum mendengar perkataan sasya barusan . " Amin " ayo baca ceritanya , BAPER , terharu , emosi , tunggu part selanjutnya yah ...........
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BarraKilla
  • about us and him ✔️
  • ON SIGHT (Completed)
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Miracle (SELESAI)
  • Farel Dan Bella
  • Because I'm Stupid (End)
  •  Cuman Kebetulan
  • Weird Wedding ✓
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido