bad girl vs bad boy

bad girl vs bad boy

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini seorang gadis yang cantik dan manis yang terkenal bad girl 'siapa yang mengusik keluarga dan sahabat dia gk akan segan menghabisi dia' tapi sayang dia akan di jodoh kan dengan sahabat dari papah nyaitu "pokoknya Nara gk mau di jodohin sama anak dari sahabat ayah, nara masih ingin sekolah pah kenapa gk sama naya aja " ucap kenara "pokoknya kamu harus mau karena papah udah tua dan mungkin gk bisa jagain kamu, dan kamu tau naya masih kecil nara gimana sih kamu" ucap papah kenzo "ya kan nara bisa jaga diri nara sendiri pah, kan bisa nunggu naya gede" ucap kenara "pokoknya kamu harus mau dan papah gk nerima penolakan ngerti NARA keputusan papah udah bulat gk bisa di ganggu gugat" ucap papah kenzo "oke nara mau" ucap kenara -_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_- "ayah nizam gk di jodohin ama anak sahabat ayah memang nizam gk laku aja yah " ucap innizam "ayah gk mau kejerumus sama pergaulan zaman sekarang nizam" ucap ayah nizar "tapi yah nizam bisa jaga diri nizam yah dari pergaulan itu" ucap innizam "pokoknya ayah gk nerima penolakan nizam keputusan ayah sudah bulat" ucap ayah nizar "oke nizam mau" ucap innizam yang sudah males menagapi ayahnya Jika kalian penasaran ayo tambahan cerita ini ke perpustakaan jangan lupa follow ya
All Rights Reserved
#113
coolgirls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • AILAH(END)✅
  • U'RE MINE [END]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • YILDIZ [TAMAT]
  • MY BAD HUSBAND ✓ (E N D)
  • KENAN [END]
  • ALGRAVANO

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines