Beautifull Change

Beautifull Change

  • WpView
    Reads 1,115
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2020
Mungkin hari ini kamu sangat menderita tetapi ingatlah semua orang memiliki porsi kebahagiaanya masing" jadi jangan khawatir dan tetaplah tersenyum:)). Naura Azalea gadis kuat yang banyak memiliki kekurangan, dan banyak mendapat cobaan dalam hidupnya. Ketika kita susah yang kita butuhkan hanyalah kedua orang tua, tetapi itu hanya hayalan baginya karena ia tak pernah merasakan kedua orangtuanya ada untuknya. Plakkkk.. 👨🏻: Kurang ajar kamu ya Naura!! Papa susah" kerja biar bisa sekolahin kamu, tapi kamu malah bikin malu papa!!! papa malu punya anak seperti kamu!! [Copas hempas jauh2😘✈️]
All Rights Reserved
#23
reading
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • F A K E ? [End]
  • Don't Talk About Money
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Laughter Scares Me [END]
  • The Princess

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines