Bengis
  • WpView
    Reads 2,408
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 4, 2021
Adi masih menduduki tubuh Nizar yang sudah mulai tak sadarkan diri dengan matanya yang bersimbah darah. Dilihatnya bolpoin yang ada di genggamannya yang sudah digunakan untuk menyerang Nizar tadi. Ada banyak darah berlumuran disana. Adi mencoba mendekatkan bolpoin itu ke hidungnya, lantas menciumnya. Ada sedikit aroma aneh yang menyeruak menerobos masuk melalui lubang hidung Adi. Apakah rasanya akan sama anehnya dengan baunya? Adi mulai penasaran. Dan yang paling membuatnya penasaran adalah apakah benar bentuk mata itu bulat seperti bola? Mengandung adegan kekerasan, anak-anak di bawah usia 10 tahun tidak dianjurkan untuk membaca. Baca sekalian vote ya guys ...😉 Sebuah cerita kolaborasi pertama antara @HibatullahHibatullah dan @AwanAwann
All Rights Reserved
#115
demons
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Unforgettable Story
  • The Blood
  • A villain formed by love [✅]
  • Past life Casper
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)
  • MIRROR DEVIL
  • The Devil Boys
  • Teror Leak (Selesai✔)

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines