Bengis
  • WpView
    Reads 2,410
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 4, 2021
Adi masih menduduki tubuh Nizar yang sudah mulai tak sadarkan diri dengan matanya yang bersimbah darah. Dilihatnya bolpoin yang ada di genggamannya yang sudah digunakan untuk menyerang Nizar tadi. Ada banyak darah berlumuran disana. Adi mencoba mendekatkan bolpoin itu ke hidungnya, lantas menciumnya. Ada sedikit aroma aneh yang menyeruak menerobos masuk melalui lubang hidung Adi. Apakah rasanya akan sama anehnya dengan baunya? Adi mulai penasaran. Dan yang paling membuatnya penasaran adalah apakah benar bentuk mata itu bulat seperti bola? Mengandung adegan kekerasan, anak-anak di bawah usia 10 tahun tidak dianjurkan untuk membaca. Baca sekalian vote ya guys ...😉 Sebuah cerita kolaborasi pertama antara @HibatullahHibatullah dan @AwanAwann
All Rights Reserved
#152
sadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Taruhan [END]
  • MIRROR DEVIL
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Past life Casper
  • I'm Strong
  • KEISTIMEWAAN ADEL (SELESAI)
  • Unforgettable Story

Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines