Hujan dan Luka

Hujan dan Luka

  • WpView
    Reads 1,014
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 29, 2024
Kisah remaja yang dibumbui dengan beberapa pepatah dan hal lain yang berbau tentang Jawa. Sehingga membuat anda mulai mengerti pesan moral dan suatu kisah serta legenda Jawa yang sebenarnya. Hujan dan Luka hadir untuk anda, dengan nuansa Jogjakarta. Mohon dimaafkan atas kesalahan kata. Selamat membaca... "Aku nggak butuh dikasihani." "Stop pura-pura peduli. Manusia gak tau diri kayak kalian nggak akan pernah mengerti." "KENAPA??!! KENAPA LO MILIH PERGI SEDANGKAN KEBAHAGIAAN LO UDAH DIDEPAN MATA?!!" "Akan ku ceritakan kepada anakku kelak, betapa hebatnya sang pemilik kebahagiaan yang memilih menyerah dengan keadaan."
All Rights Reserved
#166
ketuaosis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuh Luka (On Going)
  • DIMAS DAN SANG PRABU (BXB)
  • Semestanya Vanila
  • welcome to the month march
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Transmigrasi Of Ketos [BL]
  • Cinta yang Tabu

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines