It's Me

It's Me

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Irene bukan gadis yang berasal dari keluarga kaya. Hidup nya hanya sederhana. Memiliki seorang sahabat yang setia menemani nya meskipun ia tahu latar belakang keluarganya. Bullying kerap kali ia rasakan. Padahal tidak ada hal yang menarik dalam dirinya. Suatu ketika ia melihat teman seangkatan nya melakukan hal yang begitu menakutkan. Ia mencoba menemani dan membantu untuk lepas dari hal tu. Bukannya membantu malah dirinya lah yang ikut terseret dalam menggunakan benda haram itu. Mereka berdua sama terpuruk. Irene Mencoba untuk melepaskan rasa candu yang tertanam dalam dirinya. belum lagi, perasaan yang entah sejak kapan muncul dihatinya. Lalu bagaimana cara Irene untuk terbebas dari masalah nya? Akankah perasaan nya akan terbalaskan? Apakah kedua nya bisa bangkit tanpa merasakan kegelisahan lagi? Enjoy to reading! •02 mei 2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • My Angelman [END]
  • Despair Or Rise [Completed] - REVISI
  • Little Change [SELESAI]
  • Rasa Tanpa Kata
  • Satu Tiket Pulang
  • Our Times (Completed)
  • Strong Girl Michella (END)
  • DELORA ✓
  • Let Me Love You Longer

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines