Rajam Jiwa

Rajam Jiwa

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2020
Sebuah karya sastra yang kini ditinggalkan oleh masyarakat namun, sebagian orang berusaha untuk menghidupkan karya sastra ini kembali. Karya sastra yang tidak semua orang tahu arti dan maksudnya. Karya sastra yang tertulis disini belum pernah dipublikasikan di khalayak umum judul dan isi belum pernah ada. Mari,kita lestarikan budaya bangsa Lewat sastra ini
All Rights Reserved
#940
syair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Kumpulan Puisi Bameswara West Java Philoshophy
  • Pengakuan Sang Semesta
  • Madah Qolbu❣️
  • Goresan Pena
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Suara Dalam Aksara
  • Seutas Gelabah
  • Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines