The Destiny

The Destiny

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 8, 2021
WpInfo
Non-Fiction
"Aku buka jasa senderan loh.mau jadi pelanggan pertama? kalo mau nangis boleh kok nyender." Putra, kenapa cuma kamu yang ngerti perasaan aku. "Sakit Ky.....Sakit rasanya saat liat airmata kamu jatuh." ##### "DASAR ANAK KURANG AJAR!!! BERANI-BERANINYA KAMU MELUKAI ANAKKU" Amarah Wanita itu penuh emosi. PLAKK "Maaf bu.hiks...Aku tidak sengaja melakukannya.hiks...hiks"Ucap gadis itu terisak memegangi pipi kirinya yang terasa panas. Kenapa semua ini terjadi padaku ? Kenapa harus aku yang menanggung semua ini ? Ada apa dengan keluarga ini. Aku capek !!! Bawa aku pergi bersamamu Ya Allah. Takdir memang jahat mendatangkan kesedihan dan kesenangan dalam satu waktu. #Next? Penasaran gak?kalo gak juga gak papa. Tapi bener ni gak mau mampir? Ntar penasaran loh. please Tambahkan ke perpustakaannya yaa See you guys😘 @Kiky_mileariz99
All Rights Reserved
#23
truestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Na & Liu
  • INGKAR
  • si Sulung & si Bungsu
  • Origami Alfiolita (End)
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Stay or Go
  • Love in Difference
  • Promise Me ( END )

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines