Akar Kuning Nenek

Akar Kuning Nenek

  • WpView
    Reads 992
  • WpVote
    Votes 201
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 28, 2023
Sinopsis Reyhan melihat sekelebat bayangan ibunya berlari di sebuah jalan kecil, letaknya di tengah-tengah sawah dan jauh dari pemukiman. Ia lalu mengajak adiknya Nia untuk ikut mengejar ibu. Sampailah mereka di sebuah negeri antah berantah yang menakutkan. Adiknya tak berhenti menangis, mereka tersesat di sana. Hingga muncullah nenek yang berjalan tertatih menggunakan tongkat. Beliau memberi beberapa helai akar berwarna kuning yang berasal dari tanaman langka. Akar itu dapat mendeteksi ancaman dari mahluk halus yang akan menyerang mereka. Nenek tersebut menghilang secara misterius, lalu di saat perjalanan kembali dimulai. Serangan mahluk halus pun terjadi pada mereka, suara menakutkan terdengar dan Nia hilang. Reyhan juga ikut diserang, Apakah dia akan berhasil selamat dan mampu mencari keberadaan ibu serta adiknya?.
All Rights Reserved
#710
seram
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Waeul
  • RALILAC
  • Lima Sekawan
  • INDIGO 2 ✓
  • Crumbling Of Caste
  • Teror Ribuan Pocong
  • Boneka Tua Pembawa Kutukan

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines