AMANTES
  • WpView
    Reads 699
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
Eros Aether Gasendra Laki-laki yang mempunyai daya tarik membuat banyak gadis jatuh cinta padanya, hanya dengan sekali tatapan mata. Seperti namanya 'Eros' Dewa Cinta, dia tidak pernah gagal membuat seluruh gadis bertekuk lutut di hadapannya. Dari banyak gadis yang di temuinya, mengapa dia harus merasakan jatuh cinta kepada gadis yang mempunyai penyakit "Philophobia" atau ketakutan untuk jatuh cinta dan untuk di cintai. •Plagiat jauh jauh ya! Start: 3 May 2020
All Rights Reserved
#5
eros
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How to Survive
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Nervous (Completed)
  • Mitologi Cinta [Tamat]
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Z A A  &  L Y A (COMPLETED)✔
  • EROZEL
  • Friendzone
  • PHILOPHOBIA { COMPLETED }

Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines