PASIFIK (On Going)

PASIFIK (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 509
  • WpVote
    Votos 67
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 23, 2020
Kenapa kita nggak jadi teman aja?" "Gue nggak temenan sama orang baik." "Gue baik?" "Lo baik selama lo nggak temenan sama gue." Aca adalah manusia yang tidak memiliki harapan dan sudah membuang semua rasa percayanya pada manusia. Sedang Agat, pemuda dengan kelapangan yang luas, keteduhan sikap, juga rasa optimis yang tinggi. Apakah mereka akan menyatu? Akankah mereka bersama dengan banyak perbedaan dan tolakan dari semesta? Atau, cerita ini hanya rumpang saja? Sebab ada sesuatu bernama Mahesa. Entah menjadi pemeran utama, entah hanya berlalu dan tak pernah ada dalam kisah ini atau kisah yang lainnya.
Todos los derechos reservados
#90
kuat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DANADYAKSA
  • luka di antara kaca
  • dimana janji tersebut
  • Diary Aksa
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • AYUSHITA [END]
  • ELZEAN [On Going]
  • TENTANG DIA

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido