Di Tengah suara hujan dan sambaran petir Agata merasa takut akan kehadiran sesorang yang tiba tiba menendang perutnya hingga menyebabkan iya jatuh tak berdaya. " Pliss lepasin aku sekarang. Aku nggak ada masalah sama kamu." Ucap Agata sambil memegang perutnya. Seseorang yang memakai topeng kelinci berwarna putih mendekati Ata dengan memutar - mutar pisau yang ada di tangannya. Dari bentuk fisiknya Ata dapat meengetahui jika orang itu adakah seorang laki - laki. Pria bertopeng it terus mendekati Ata hingga " Akahhhhh". Teriak Ata merasa kesakitan ketika perutnya di injak- injak. "Lu salah pilih lawan Agata Priliona Bellova". Tanpa aba - aba pria itu menusuk perut Ata dengan sangat brutal hingga menyebabkan darah berceceran di mana - mana. Ata terus berteriak kesakitan namun pria itu menghiraukannya justru baginya, teriakan Ata adalah sebuah melodi musik yang paling indah. Dengan penuh semangat pria itu terus menusuk perut Ata tanpa ampun, iya tidak memperdulikan teriakan Ata dan darah - darah segar yang terkena ditubuhnya. Di tengah sisa nafasnya Ata dapat melihat jika pria itu tersenyum di balik topengnya. Pria itu mendekatkan mulutnya ke telinga Ata dan berbisik " Hidup lu terlalu menyedihkan di dunia ini, jadi dengan senang hati gue akan kirim lu kembali ke sang pencipta agar lu bisa bahagia dan tidak merasakan sakit lagi ". Ata tersenyum mendengar perkatan pria itu. Dengan terbata bata Ata berkata " te -rima kas-ih". Mendengar perkatan Ata pria itu membuka topeng kelincinya, hingga membuat ata kaget. " Kamu?". Ucap Ata kaget. " kenapa?. Kaget?. Lu terlalu percaya sama gue Ata sampe lu lupa kalau musuh terbesar adalah orang terdekat kita ".
More details