Story cover for Awal by rizdaard
Awal
  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published May 02, 2020
Agustus, 2013. Menjadi awal perkenalan kita, secara kebetulan di dunia maya. Kala itu, aku tidak terlalu menanggapimu, aku hanya merespon seperlunya saja. Namun pada akhirnya kita bertukar nomor telepon, hal yang ngga pernah aku sangka sebelumnya kita menjadi semakin akrab sampai kita bertemu untuk pertama kali. 

Untuk pertama kalinya aku melihatmu dibalik kursi bus yang kita naiki bersama kala itu. Aku duduk dibelakangmu. Samar-samar aku mencoba melihat wajahmu, tapi aku tidak bisa. Aku ingin menyapamu kala itu, tapi aku tak mampu. 

Aku tak pernah menyangka, kau datang secepat itu dikala aku merasa gundah akan kekecewaan cerita cintaku sebelumnya. Kau hadir membawa warna bagiku. Kau bangkitkan semangatku. Semakin hari aku merasa begitu nyaman denganmu. Hingga pada akhirnya, aku merasa; bahwa aku telah jatuh cinta kepadamu.. 

Yaa, aku merasakan itu saat aku menatapmu, melihat senyummu kepadaku.. Aku yakin, kita merasakan hal yang sama..

Dari situ lah, awal cerita kita akan dimulai...
All Rights Reserved
Sign up to add Awal to your library and receive updates
or
#484kisah
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Just Remembrance! cover
My Perfect BoyFriend cover
Jatuh cinta padamu lagi... cover
In Another Life.... (END) cover
IKATAN TAK TERDUGA [MewGulf] cover
Bahagia itu Sederhana cover
psychologycal cover
∞ ∞ ∞ Bukan Cinta Biasa ∞ ∞ ∞ cover
Hijrahku berujung Pernikahan cover

Just Remembrance!

21 parts Complete

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.