Boss & Guard

Boss & Guard

  • WpView
    Reads 843
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2020
"Kamu tau nggak kenapa saya tidak ada bosannya mendaki gunung padahal sudah sampai ke puncak berkali-kali?" Dengan hangat nya api unggun aku menatapnya yang lagi serius bercerita. Membuat udara malam hari menyapa kami berdua dengan rileks. Aku suka kala ia sedang bercerita ibarat alunan musik syahdu pengantar tidur. "Kenapa?" "Tidak tahu, saya juga tidak tahu jawabannya. Kadang orang lain bersusah payah untuk sampai ke puncak agar mereka bisa menikmati pemandangan dari atas. Tapi saya belum tahu pasti apa yang saya cari di atas gunung. Sama sepertimu." Aku tak mengerti maksud dari perkataannya, ia mengalihkan pandangannya kemudian menatap ku dengan tatapan mendalam. "Maksud saya, saya juga belum tahu jawabannya kenapa bisa mencintaimu."
All Rights Reserved
#8
sulawesiselatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aleum And 7
  • AYAH
  • "MINE" [ JIMIN BTS FF]
  • The Path of Destiny (On Going)
  • Dear Mia
  • EUNOIA DALAM SUNYA (on Going)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • About You
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]

"Dia Aleum." "Maksudmu?" "Dia adik kita." Hidup mereka rasanya tanpa arah saat sang Ayah yang merupakan orang tua satu-satunya untuk mereka pergi dari dunia ini, ditambah lagi, saat anak tertua dari keluarga Kim memperkenalkan seorang gadis kecil berusia empat tahun yang sedang mengenakan baju duka dihiasi dengan wajah sembabnya. "Kau gila?! Anak ini berusia empat tahun! Jungkook bahkan berusia empat tahun! Bagaimana bisa dia menjadi adik kita?" Anak kedua keluarga Kim menatap kakaknya tidak mengerti, ohhh ayolah, mereka sudah dikagetkan dengan kepergian ayah mereka secara tiba-tiba, tidak lucu jika bercanda dengan membawa anak gadis berusia empat tahun untuk mereka urus. "Aku tidak tahu Yoongi. Nama anak ini ada disurat yang ditulis ayah! Aku bahkan baru melihatnya saat seorang wanita tua membawanya kesini." Yoongi hanya bisa memijat dahinya frustasi, ia menatap anak itu dengan wajah berkerut nya, anak berusia empat tahun, seorang gadis, dam sepertinya terlihat cengeng. "Kau yakin?" "Aku harus yakin, bagaimanapun dia juga bagian dari kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines