"Kata siapa keturunan darah biru melulu soal mistis, tertutup, misterius, atau apapun itu tanggapan kalian? Nyatanya hidupku gak semiris itu. Juga, aku hidup di jaman milenial kayak kalian, seumuran, seperjuangan, dan aku enjoy aja tuh."
Ini dia, kisah seorang remaja perempuan turunan darah biru yang ngejalanin hidupnya di jaman milenial gini. Ini bukan melulu soal menangis atau tragis, tapi soal seorang "aku" yang terus berusaha mengungkap semua teka-teki kehidupannya, yang terus didatangi tamu tanpa tujuannya, yang harus tetap bertahan dengan dua dunianya. Eitss, jangan lupain juga teman-teman yang selalu kasih ekstra humor dihidupnya:v
.
.
.
.
.
.
Yang pasti cerita ini gak bikin kalian tegang, atau malah bikin kalian parno kalo ketemu anak indigo, karena aku berusaha bikin bahasanya segaul mungkin dan enak dibaca buat seumuranku sendiri, secara aku juga masih anak sekolah:)) So, hope u enjoy guys:v
Fyi, aku tuh orang yang gak terlalu suka horor, kebalikannya malah mengedepankan humor:v
Jadi, aku buatlah cerita horor tapi berbumbu humor:)))
Tapi, tujuan utama ku kalian bisa mengambil nilai-nilai yang aku tulis di sini.
Semoga terhibur!!!!🌻
Judulnya aku revisi ya ini, judul awalnya : 'Indigo? Aku??!'
[ON GOING]
Seorang gadis cantik yang memiliki rasa keingintahuan dan rasa penasaran yang tinggi tiba-tiba disuguhkan dengan salah satu hal yang membuatnya begitu terobsesi akan suatu hal, di mulai dari kematian salah satu teman seangkatannya yang meninggal dalam keadaan tak wajar, membuat dia bertekad untuk mencari tahu apa penyebab kematian temannya tersebut. Namun, siapa sangka, dirinya pertemukan dengan sosok lelaki misterius yang terang-terangan mengaku bahwa dirinya merupakan seorang vampir, apakah Ghea bisa mempercayai keberadaan makhluk yang bernama vampir itu? ataukah itu ada kaitannya dengan kasus kematian perempuan yang kehilangan banyak darah yang kerap terjadi.
Di tambah lagi dengan rasa penasaran tentang masa lalu mama-nya yang menyimpan rahasia, membuat gadis itu semakin merasa dihadapkan oleh teka teki.
"Kamu memang cerdas, tapi saya juga tidaklah bodoh."