EL
  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 6, 2020
Kalau beberapa bulan yang lalu ada yang bertanya padaku 'mau masuk jurusan apa?' Pasti sudah kujawab dengan lantang 'IPS lah,' Secara, aku belum mau mati muda karena pelajaran eksakta. Namun, itu dulu. Sebelum bertemu dengan mentor kelewat judes yang mau nggak mau membuatku berpikir ulang untuk menentukan pilihan jurusan SMAku. Tapi, apa betul aku sudah menentukan pilihan yang tepat? shkylauv©
All Rights Reserved
#237
general
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • My teacher is My husband -- OSH [Complited √]
  • IPA & IPS
  • IPS CLASS
  • Crazy Classmates |END✔|
  • Love In Algorithm
  • IPA VS IPS [END]
  • LIMERENCE [ END ]
  • Different (HIAT)

Aqeela Fernandez punya dunia sendiri-penuh warna, tawa, dan sedikit kekacauan. Mahasiswi Desain Komunikasi Visual ini dikenal cerewet, ceria, dan paling anti ikut aturan hidup... termasuk soal perjodohan. Maka dari itu, saat seorang pria asing bernama Harry Vaughan tiba-tiba nongkrong di teras rumahnya sambil ngetik laptop dengan santai dan mengaku sebagai calon suaminya, Aqeela langsung panik. Katanya, perjodohan itu hasil ide konyol dari mama Aqeela dan mama Harry yang bersahabat sejak muda. Yang bikin tambah kesal? Kenapa dia yang dijodohkan duluan, bukan kakak-kakaknya? Aqeela memutuskan kabur ke apartemen demi menjauh dari "drama keluarga." Tapi belum genap satu hari tinggal sendiri, datanglah masalah baru: seorang anak perempuan empat tahun yang tersesat... dan secara ajaib, wajahnya mirip Aqeela kecil. Lebih parahnya? Tetangga sebelah apartemen itu ternyata adalah Harry. Lagi. Terjebak dalam situasi tak terduga, Aqeela dan Harry pun menjadi "orang tua dadakan" untuk anak kecil bernama Raqilla. Awalnya hanya penuh drama dan protes, tapi hari demi hari, Aqeela mulai merasakan sesuatu yang ganjil-rasa familiar, deja vu yang menyakitkan, dan momen-momen tertentu yang membuatnya seolah... pernah melalui semua ini sebelumnya. Harry tetap tenang. Ia selalu memperlakukan Aqeela dengan lembut, seolah menyimpan rahasia besar yang belum waktunya diungkap. Di tengah kebersamaan yang terpaksa tapi perlahan terasa nyaman, Aqeela mulai mempertanyakan: Apakah ini benar-benar awal... atau hanya lanjutan dari kisah yang pernah ia lupakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines