Terjebak Waktu Luang

Terjebak Waktu Luang

  • WpView
    Lecturas 13
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 3, 2020
WpInfo
Ficción
Misterio
Harus menunggu apa... Kendati semua upaya diakhiri dengan penyesalan yang indah Entah ini mau ku apa aku yang membuat nya sendiri... Tak mau kenal lagi ... Mungkin lebih lelah menganggur dari pada pekerjaan ku yang kau tegur2 perlahan mengalahkan ego untuk dirumah rumah saja... Sesekali aku terdiam dan termenung ... Tak heran untuk saat ini aku lebih menyadari alam dari pada mu harta dana Tak terbayang nikmat dengan pendingin ruang ketimbang nikmat sayur sayuran polowijo .. Tak usai mereka jail dengan sikapmu. .. tak sampai kesadaran ini ditumbangkan oleh deru debu yang seakan2 dipercayai oleh korban phobia yang berulang ulang diberitakan ... Kembali lah kamu terlalu jauh untuk berfikir sedang alam semakin usai membuka kesadaraanmu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • N O R A [on going]
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Be My Love ✅
  • Terjebak Nostalgia
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • flashback~
  • STOP WALKING (Complete)
  • SasuHina - Love Story
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • SasuHina - Kau Dimana

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido