SEORANG GADIS GITARIS

SEORANG GADIS GITARIS

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2020
"Kenapa cewek ini tidak jatuh cinta kepadaku?"ucapnya, hanya membatin. Dia meliriknya, menatapnya tanpa berkedip. "Apa ada yang salah dibagian liriknya?," suara itu. Menyadarkan dia, Dia mencoba menormalkan jantungnya. "Tidak," balasnya dengan senyum malu-malu. "Baiklah," Gadis ini membalas dengan tertawa sangat renyah. "Aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa mengucapkannya karena sebentar lagi aku akan mati dan aku tidak ingin menyakitinya," sepertinya mereka sama-sama membatin. Jangan lupa vote and comment dan juga Follow! Support terus cerita ini yahh...^^
All Rights Reserved
#72
gitaris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • TOXIC Relationship
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Hallo Aera
  • We Are One
  • bilur (selesai)
  • Crazy Couple [End] ✔
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Arsyilazka
  • Aderaga [ON GOING]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines