MARANTI MAKANAN ORANG MATI

MARANTI MAKANAN ORANG MATI

  • WpView
    Reads 234
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2020
Rasa iba Shinta atas kematian kakak sepupu suaminya, Yu Darmi, mengharuskannya menjadi tuan rumah prosesi pemakaman dan selamatan almarhumah sepupunya tersebut. Shinta yang memiliki pantangan tidak boleh makan makanan selamatan kematian, tiba-tiba menjadi korban keisengan tetangga almarhumah. Alhasil, ia terpaksa harus berulang kali melihat arwah Yu Darmi. Sanggupkah perempuan itu menghadapi rentetan-rentetan kejadian seram tersebut? Misteri apa yang berada di balik semua kejadian tersebut?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DN [END]
  • Jejak Tak Kasatmata (End)
  • Petaka Cinta Sedarah
  • sekar wilengsih
  • setangkai mawar di musim dingin
  • ILMU HITAM (COMPLETED)
  • ARWAH PENASARAN SANTI
  • AMURTI
  • Pocong Pesugihan
  • THE SECRET
DN [END]

[Paranormal & (Minor)Romance] Yume, seorang gadis indigo yang tidak pernah menyukai bakat dari garis keturunan ayahnya, tiba-tiba saja mengetahui bahwa tameng pelindungnya melemah dan tubuhnya bisa saja diambil alih oleh jiwa-jiwa yang merindukan rasa untuk hidup. Sebelumnya, gadis introvert itu sudah pernah bertekad untuk tidak terlibat dengan manusia biasa yang hanya melihat kehidupan dari satu sisi saja. Dia pikir, dia tidak membutuhkan siapapun di dunia ini terkecuali keluarganya. Sampai akhirnya, kabar tentang kecelakaan yang menimpa Yuki, teman sekelasnya yang merupakan favorit kelas. Yume tahu bahwa Yuki tidak seperti kelihatannya. Satu persatu fakta terus tersikap, bahwa Yuki adalah tameng pelindungnya, juga tentang kecelakaan yang rupanya adalah kecelakaan yang telah direncanakan. *** ©2016, Cindyana 7 April 2016 Highest Rank #1 Paranormal

More details
WpActionLinkContent Guidelines