Pidadari Kesambet!

Pidadari Kesambet!

  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2020
"Pak saya suka sama bapak" ucap wanita itu. Sedangkan laki laki yang kini sedang memakan nasi goreng buatannya di buat melongo tak percaya.gila saja rasanya jika seorang wanita mengungkapkan perasaanya secara gamblang,mahasiswanya pula!.bukan pa.. bukannya sayyidah khodijahpun begitu?. Lelaki itu menghentikan kunyahannya sesaat. "Oh.." "Oh doang jawabannya?.. tapi gak papa deh soalnya Kata mas Ahsan kalo ada cowok bilang oh..berarti iya" "Bisa yah?!" "Bisa kok..kan pake A kalo pake U namanya bisu pak.. bapak gimana sih..katanya dosen gitu aja gak tahu!" "Lah?!"
All Rights Reserved
#202
agresif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear, Mr. Duda
  • Pak Pacar [TERBIT]
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • Kampus [END]
  • Pak Bian ( Tamat )
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Thesis & Tension (COMPLETED)
  • Dosen Rangkap Tiga (END)-Tahap Revisi
  • Discovery Of Love (Completed)
  • She's my wife❕

Cerita sudah tamat! Sudah tersedia versi Audio Book Pogo ya teman-teman :) Sinopsis, "Biar saya lihat," gumam Pak Adam membuat Alara terperanjat kaget tiba-tiba melihat dosennya sudah ada di sebelahnya. Mata teman-teman Alara kini menatap Alara penasaran. "Apa yang kalian lihat?" tanya Pak Adam dengan suara menggema membuat setiap mahasiswa kembali fokus ke ujian mereka masing-masing. Tak lama, pria itu kembali menatap Alara. "Saya ingin lihat lembar ujian kamu." "S-saya belum selesai, Pak." "Tidak apa-apa. Kemarikan!" titahnya seakan tidak ingin dibantah. Perlahan Alara memberikan kertas tersebut dengan tangan bergetar. Adam menatap lembar jawaban istrinya dengan seksama sebelum mengoyak kertas jawaban itu membuat mata Alara seketika melebar. Ia segera berdiri dan kembali mendapat atensi dari teman-temannya. "Apa yang Bapak lakukan?!" serunya tidak percaya lalu mengutip kembali kertas ujian yang berserakan. Adam mengabaikan seruan Alara lalu menatap setiap mahasiswa yang kini menatapnya takut dan berkata. "Jika sekali lagi saya temukan kalian berbuat curang seperti Alara, tidak satu pun dari kalian yang akan lulus ujian saya." Mata Adam lalu beralih pada Alara yang nyaris menangis di tempat. "Sekarang kamu keluar dari ruangan saya." Lihat saja! Dia tidak akan membiarkan pria itu tidur bersamanya nanti malam. **** Baca, hayati, rasakan, karena ini bukan kisah dengan sejuta konflik. Ya, ini hanya kisah tentang Alara dan Adam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines