Layover di Hatimu (On Going)

Layover di Hatimu (On Going)

  • WpView
    مقروء 13,156
  • WpVote
    صوت 1,034
  • WpPart
    فصول 24
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أربعاء, يونـ ١٧, ٢٠٢٦
Hanin, pramugari junior yang baru menapaki dunia aviasi, menjalani hari-harinya dengan rasa gugup yang ia tutupi lewat sikap kalem dan tingkah lucu yang tak disengaja. Semua berubah saat ia mendapat jadwal terbang bersama Kapten Rayden Arga Widantara-pilot berwibawa dengan tatapan teduh, langkah tegas, dan sikap dingin yang sulit ditebak. Pertemuan mereka di kabin, langkah bersama di bandara, hingga obrolan singkat saat layover perlahan menggeser batas profesional yang selama ini Hanin jaga. Rayden yang selalu tampak jauh mulai menunjukkan perhatian kecil yang tak pernah ia duga, sementara Hanin berusaha keras menyembunyikan degup jantungnya yang tak pernah beres di sekitar kapten itu. Di antara lelahnya rute penerbangan, sunrise dari cockpit, dan malam-malam layover yang sunyi, keduanya belajar bahwa perasaan kadang datang seperti penerbangan tak terjadwal-tiba-tiba, mengacaukan rencana, namun sulit ditolak. Singgah sebentar bisa saja menjadi awal dari pulang yang sebenarnya. (Slowburn)
جميع الحقوق محفوظة
#6
pilot
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • The Villain Mother
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى