Seperempat Kata

Seperempat Kata

  • WpView
    Reads 640
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dari aku Untuk bayanganmu "Aku ingin mengubah apa yang seharusnya tak terjadi," Setelah Nia bertemu dengan murid baru itu, ia mendapatkan sebuah buku misterius. Buku itu ajaib, selalu ada tulisan muncul dengan sendirinya. "Kertasnya tidak akan habis, tulisannya akan muncul saat kamu bertemu dengan dirinya, namun hanya seperempat kata, sisanya kamu harus menemukan sendiri," hanya itu yang tertulis pertama kali di dalam buku misterius. Dan buku ini ada hubungannya dengan murid baru begitu juga ketua OSIS di sekolah Nia. Murid baru dan ketua OSIS itu juga ternyata memiliki tujuan pada Nia. Nia pun penasaran dan mencari seluruh jawaban, dan hanya ada satu cara untuk menyelesaikan buku tersebut. Yaitu menyelamatkan sosok di dalam buku itu dengan melewati lorong waktu.
All Rights Reserved
#4
lorongwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nafisa (TAMAT)
  • Inesperado [END]
  • Fake Nerd and Ketos Rese {REPUBLISH}
  • School Strange Stories
  • Nyala dan Arus
  • DISA | broken
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • Bestie is Bad gril

Nafisa dan Naura adalah anak kembar-lahir dari rahim yang sama, dibesarkan di rumah yang sama, tapi tumbuh di dunia yang terasa sangat berbeda. Naura selalu menjadi bintang keluarga: aktif, ramah, dan selalu jadi kebanggaan Mamah. Sedangkan Nafisa... hanya menjadi pelengkap. Sekuat apapun ia mencoba, prestasinya tak pernah cukup berarti dibandingkan saudaranya. Nafisa diam. Bertahan. Menerima peran sebagai bayangan, hingga satu titik meledakkan segalanya: ketika Naura diizinkan sekolah ke Bandung, sementara Nafisa dilarang ke Malang-padahal itu adalah impiannya sendiri. Di balik luka yang tak terlihat, Nafisa mencoba tetap kuat, meski sempat jatuh dan menyakiti dirinya sendiri. Tapi di tanah rantau yang jauh dari bayangan Naura, Nafisa mulai menata ulang hatinya. Ditemani oleh sosok-sosok baru yang tulus menerimanya, seperti Kak Kemilau dan Kak Viera, Nafisa belajar menyembuhkan luka, mengenali dirinya sendiri, dan berdiri tanpa perlu bayangan siapa-siapa. "Saat dunia tidak berpihak kepada ku, tetapi aku harus tetap hidup." Kalimat itu bukan hanya pengingat-itu adalah napas Nafisa. Sebuah pengakuan bahwa dalam sepi dan luka, ada kekuatan untuk tetap melangkah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines