Ya, Tuhan! Jodohku Robot

Ya, Tuhan! Jodohku Robot

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2020
Drei tak membiarkan darah itu mengalir di telunjuk wanita yang dicintainya. Kebencian Giska pada warna merah, membuatnya harus mengupas habis apel itu. Darah? Dia berharap darahnya berubah menjadi kuning, seperti warna tulip yang selalu dikirim ke rumahnya setiap Minggu malam.
All Rights Reserved
#723
kehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka dan Malam [END]
  • Angel Of Death {Lengkap}
  • ❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL
  • CERITA PENDEK
  • Nina the Star Princess
  • Sad Ending
  • Psikopat Digital? [End]
  • Transmigrasi Seraphina (End)
  • Seminggu Tujuh Hari

Luna kira Juan adalah rumahnya. Tempat ia bisa pulang, bersandar, dan merasa cukup. Tapi ternyata, rumah itu perlahan berubah jadi sunyi. Bukan karena tidak ada suara, tapi karena tak ada lagi yang benar-benar didengarkan. Kalimat Juan semakin pendek, tatapannya semakin jauh, dan Luna... mulai bertanya-tanya siapa sebenarnya yang berubah? Saat seseorang dari masa lalu Juan muncul kembali, Luna merasa seperti bayangan yang tak pernah diminta hadir. Ia menahan, bertahan, dan berharap. Tapi sampai kapan hati bisa terus menyangkal kenyataan? Suatu malam, ketika segalanya terasa terlalu berat untuk ditanggung, Luna berdiri di atas jembatan. Ia tak benar-benar ingin mati, tapi ia ingin semuanya berhenti-semua sakit, semua sepi, semua pertanyaan yang tak pernah dijawab. Namun hidup belum selesai dengannya. Seseorang menyelamatkannya. Dan desa kecil yang tak pernah ia kenal sebelumnya justru menjadi tempat pertama yang membuatnya merasa... dilihat. ~13-04-2025~

More details
WpActionLinkContent Guidelines