Dua Puluh Tujuh

Dua Puluh Tujuh

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2020
yang datang pasti akan pergi, yang lewat, akan berlalu. Paham. Tapi berat rasanya bagi Ania untuk mengucapkan selamat tinggal pada Jannes, apalagi untuk selamanya. Tapi mereka hanya presensi kecil dalam semesta yang kompleks ini. Lantas apa lagi yang bisa Ania lakukan selain merapalkan doa dan harapan?
All Rights Reserved
#60
jinhyuk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Temporary |End|
  • The Path of Destiny (On Going)
  • Vous Me Voyez 2
  • INTUISI || ft. Tokuno Yushi
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • [✓] Second Lead
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • Skies dër Heksa
  • cinderella journey

Reyhan Alkantara "Biarkan angin ini menerpa kehidupan yang penuh akan kebahagiaan, kebahagiaan yang hanya sementara kita rasakan. Namun, setiap hembusan angin yang menerpa, aku mencoba untuk mengikhlaskan apa yang telah datang dan akan pergi layaknya daun yang melekat pada pohon dan diterpa angin untuk gugur." Hana Almeera "Jika hidup ini penuh dengan hitam putih, maka pelangi yang membuatku tersenyum semangat, karena warna indahnya yang datang setelah hujan, dan kamu hadir ketika hujan telah redah. Jika aku akan pergi seperti pelangi yang hanya nampak sementara, ikhlaskan seperti halnya angin yang telah mengajarkanmu arti itu semua." Dikuatkan oleh semesta, didewasakan oleh keadaan, dan dibahagiakan oleh seseorang yang belum pernah mereka temukan. Adakah yang masih mereka harapkan? Datang dan akan pergi. Ada. Namun, akan kah kembali? Akan kah putus asa ketika semesta mengajaknya bercanda?

More details
WpActionLinkContent Guidelines