Kala Itu, Aku BAHAGIA

Kala Itu, Aku BAHAGIA

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2020
WpInfo
Non-Fiction
|[BUDAYAKAN.FOLLOW√.SEBELUM.BACA√ ]| Ini tentang penderitaan di masa lalu yang berubah menjadi kerinduan dan penyesalan yang mendalam. Tentang semua hal yang terlewat untuk di hargai. Tentang hal remeh yang berakibat besar. Tentang suatu moment yang patut dikenang. Karna di kala itu, aku BAHAGIA.
All Rights Reserved
#276
pilu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Peri Keceriaan
  • Secangkir Teh
  • Destiny.
  • ANGEL (END)
  • Sea Gentala (Tamat) ✔️
  • This Is Not My House
  • Samudra

Tidak semua rumah berbentuk bangunan, dan rumah bukan sekedar tempat untuk pulang, melainkan sesuatu yang membuat kita merasa nyaman dan tenang, membuat kita berpikir bahwa kita harus hidup lebih lama agar bisa terus berada di dekatnya. Jika kebanyakan orang menganggap bahwa seseorang merupakan rumahnya, lalu bagaimana jika rumah itu ternyata adalah sebuah buku? Sebuah benda mati yang setiap lembarnya selalu menjadi saksi bisu, tidak ada yang bisa ia lakukan selain diam dan menerima satu persatu kata yang mengandung banyak makna. "Buku itu akan menjadi sangat berharga, karna di sana, kamu bisa mengekspresikan segala hal, kamu akan merasa tenang, aman dan nyaman, kamu tidak akan merasa terpojok, tidak akan ada bantahan yang berujung menyalahkan, tidak ada nada tinggi yang membuatmu sakit hati." ~Chana happy readingg🔥

More details
WpActionLinkContent Guidelines