We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Nadine

Nadine

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
-aku pernah menyayangi dan mencintai mereka,memberikan segala yang kupunya untuk mereka,membahagiakan mereka.Tapi,apa yang kudapat sekarang?hahaha,nol!- Kisah Nadine Aletta,seorang gadis yang tinggal bersama keluarga yang hanya mementingkan Adiknya.Merasakan ketidak adilan,merasakan dibuang,merasakan sakit yang diciptakan oleh keluarganya sendiri.Tetapi,setelah dia masuk SMA,dia mulai berubah,menjadi lebih tertutup di keluarganya,lebih banyak membisu,berdiam di kamar,hanya keluar ketika makan malam saja. Mungkin banyak yang merasakan seperti yang dirasakan oleh Nadine.Ini karya pertama author dan banyak diambil dari kehidupan nyata.Untuk kalian yang merasakannya tetap semangat ya,kalian ga sendirian.And i hope you like it gays❤️ penuh cinta
All Rights Reserved
#790
home
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MALA
  • Hai Cherry! [Hiatus]
  • Thalia
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • Tikungunya
  • Adelaida the winner.
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • MIRAGE (Completed)
  • Berharap Denganmu
MALA

Semenjak kepindahannya di lingkup elite SMA Bina Bangsa, Tama perlu mengasingkan keberadaannya yang tak sesuai dengan segala kebaikan. Kehadiran Tama itu tidak diharapkan. Tama takut jika ia bebas membuka diri, nantinya ia akan kembali merugikan banyak orang. Pengalaman di masa lalu membuat Tama begitu rentan menerima pertemanan. Namun, berkat pertemuannya dengan seorang perempuan yang ternyata turut membagi pengalaman serupa, Tama jadi tersadar bahwa semua pelik emosi yang ia rasakan banyak berakar dari rumahnya yang berantakan. Pengulangan kalimat buruk serta kerasnya hukuman fisik sering melukai jati dirinya selaku remaja. Tama ingin sembuh, tetapi juga ragu apakah ia pantas menerima uluran tangan. Demikian, melalui banyak proses adaptasinya dalam menerima dan memberikan banyak bantuan, Tama hanya berharap. Semoga teruntuk mereka yang mau berbaik hati memercayainya, semua tidak berakhir dilanda kekecewaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines