Sebuah cerita Romantic, persahabatan, hubungan dan masa depan, Nisa yang bisa membuat Ragil berubah dari kehidupannya yang salah. Tapi itu semua tidak berakhir sampai situ, Ragil mengkhianati kepercayaan nissa yang selama ini dia jaga. Hidup nisa serasa hancur, persahabatan bersama fitri yang selama ini menjadi tempat curhatnya pun hancur, 2 orang yang paling di percayai tega merusak kepercayaannya
Dalam secarik kertas penuh guratan pena, memporak porandakan lembar tiap lembar.
"Adakah aku dalam niatmu, mas?".
Diam membisu, meneteslah air matanya.
"Ini yang aku benci dari cinta, paling lemah perihal perasaan dan seakan akan merasa bodoh, dungu," gerutu bathinnya.
Menyebalkan bukan, saat dimana seseorang yang hanya sekedar biasa biasa saja namun perlahan melahirkan rasa nyaman tapi hanya sekejap dan setelah kepergiannya merasa kehilangan segalanya.
~~~
"Dek mas janji mas akan datang lagi menjemputmu."
"Apa mas tidak akan melupakan adek?"
"Adek yang penting jangan putus berdoa,"
"Mas, jikalau nanti disana ada perempuan yang jauh lebih cantik dari adek dan lebih baik dari adek apa mas masih mau mempertahankan adek?
"Adek, kamu sudah ada dalam niat mas."
Yah begitulah percakapan terakhir kala itu.
Angin mengebu menyalami perpisahan, ranting cemara bergenting, riak riak air sungai melambai lambai, pucuk ilalang menitikan embun kala sang fajar masih menyembul malu malu, warna orange berpadu di hamparan mega mendung.
"Aku yang katanya masa depanmu mas
Aku yang katanya ada dalam niatmu mas
Aku yang katanya, kedua yang akan kau temui setelah orang tuamu
Dan... aku yang katanya, katanya, katanya apa?"
Pena di jatuhkannya, guratan tinta berbaur dengan tumpahan kopi
Yang menyiram undangan pernikahan.
All Rights Reserved