Be Beauty

Be Beauty

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 7, 2020
Masa SMA seharusnya menjadi masa masa termanis saat kita umur 17 tahun. Tapi tidak dengan Adara masa manis SMA nya hilang karna kasus bully yang ia terima, badan gemuk, kulit hitam, dan kacamata bulat yang membingkai matanya menjadi sasaran yang tepat untuk dibully. Seburuk itukah dirinya dulu? "Gue harus berubah, kurusin badan dan menjadi cantik kalau itu yang bisa buat orang ga mandang gue sebelah mata" Menjadi cantik dan kita mulai dari awal. Tapi kenapa orang orang dari masa lalu mulai bermunculan, kenapa laki laki itu muncul setelah menghancurkan masa masa manisnya? seharusnya ga begini ia harus memulai hidupnya dari awal dan hidup barunya tidak bisa dimulai kalau laki laki dari masa lalunya terus berkeliaran disekitar Dara.
All Rights Reserved
#49
adara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Aderaga [ON GOING]
  • Gloomy
  • Is LOVE
  • ARKALYA (END)
  • Sejenak Luka
  • 17th I'M COMING
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines