Story cover for MOONGLADE by IrinaIrina909
MOONGLADE
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published May 04, 2020
Layla, dia mendapatkan ingatan aneh beserta rasa sakit setiap kali ingatan itu muncul. Apa itu hukuman? Begitu pikirnya. Namun, ternyata setelah dia menyelidiki lebih dalam dari ingatannya, bukan hanya dia seorang yang mendapatkan ingatan tersebut. Bahkan orang yang tak dia inginkan ikut hadir dan berperan banyak. Satu orang yang membawa rasa sakit itu, kini berada dihadapannya dengan perasaan sama dan nyata. Bisakah Layla mempertahankan perasaanya  atau memilih rasa takut?
All Rights Reserved
Sign up to add MOONGLADE to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Juan [REVISI] cover
Waktu?  cover
Chamomile Ditanah Kering cover
Palpable [Selesai] cover
AREANO   cover
Sang Penyihir 2 : Lahir Kembali cover
Jangan Pergi [TERBIT] cover
A RECCURING PAST cover
Can I Be Her? cover

Juan [REVISI]

1 part Complete

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.