The Day Before Tomorrow

The Day Before Tomorrow

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Lusi tidak pernah membayangkan dirinya akan terdampar di sebuah rasa tak berujung yang disebut putus asa. Kehilangan setiap sel kepercayaan diri akibat perbuatan orangtuanya. Apa yang harus Lusi lakukan? Bisakah ia bertahan? Mungkinkah akan datang seseorang yang mampu menerimanya dengan keikhlasan dan kesungguhan? "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya" - Ar Rum : 21 -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Epiphany You
  • THREE SOUL (jenlisa)
  • WRONG PLACE
  • My Obedient Girl [Obsession With My Girl]
  • Aku Tidak Ingin Seperti Ini
  • New Rose
  • New dreams
  • Dalam Diam, Aku bertahan
  • Spiritual awakening

Terkadang tuhan dengan caranya yang tak biasa melukiskan cahaya kecil yang tak mampu kita kenali pada setiap jalan gelap yang kita tempuh, memberikan secuil harap yang merekah tanpa di sadari pada setiap hampa dan luka yang terasa menyakitkan, mendengar setiap lantun aksara yang terucap dalam hati tanpa dapat diutarakan pada suara, dan menentukan akhir terbaik yang terkadang tak di sangka oleh sang puan dan tuan yang miliki raga. Perjalanan yang tak selalu menuju hal baik. Sering kali hal yang tak terduga terjadi pada cerita hidup. "Lu nggak akan bisa lepas dari gue Ly, Lu itu milik gue dan ga ada yang boleh milikin lu" Perkataan yang menjadi trauma mendalam bagi Adsyfah Lily Fakhrriyah. Saat dalam masa terpuruknya ada sosok asing yang datang mengucapkan mantra sihirnya untuk Lily. ".... Kalau kau butuh orang yang bisa membawamu ke tempat yang lebih terang, aku nggak bisa lakuin itu tapi kalau kamu butuh teman ditempatmu yang rapuh dan gelap, aku bisa nemenin kamu disitu...." Akankah Lily dapat bangkit dari keterpurukannya atau malah tenggelam semakin jauh pada trauma masa lalunya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines