Remember Me

Remember Me

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 2, 2020
"Agas mau kemana ko bawa tas gede?" tanya bocah perempuan saat sampai didekat temannya itu. Tidak ada jawaban, hanya senyuman manis yang ditunjukan nya. laki-laki tinggi yang beda 3 tahun umurnya dari Rara pun langsung naik ke bus tanpa mengucapkan kata-kata yang menenangkan seperti biasanya. sejak itu Rara tidak pernah lagi melihat sosok teman kecilnya yang sangat berarti dalam hidupnya. Apakah mereka akan di pertemukan kembali?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kita Tertawa
  • Difficult choice
  • fighting
  • TEMAN TAPI MENIKAH
  • KENYATAAN (Clara)
  • ANGGA
  • Behind Your Shadow
  • My Friend My Love

Banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dalam alam semesta. Hubungan perkawanan antara aku dengan Tara adalah salah satunya, dan itu adalah hal yang mewakili kompleksitas alam semesta ini. Dia adalah wanita, dan aku adalah laki-laki. Kami sudah berkawan selama belasan tahun. Selama itu juga tidak ada cinta dalam hubungan ini, jika cinta dimaksudkan di sini adalah ketertarikan antara lelaki dan perempuan yang dimanifestasikan dengan rayuan, pengungkapan cinta, berpacaran, bertengkar, lalu putus, atau menikah. Lelaki juga bisa berkawan dengan wanita dengan menghilangkan batasan genre. Hingga, pada suatu pagi yang cerah di bulan Agustus, Tara muncul di depan rumah. Lalu menyeretku untuk melakukan sebuah perjalanan aneh yang bagiku tidak masuk akal ke arah timur. Aku tidak bisa menghindar dan terpaksa mengikutinya dengan berat hati. Kami bukanlah sepasang manusia yang anti-sosial, hanya menutup diri terhadap interaksi sosial dengan manusia atau kelompok lain. Dalam perjalanan ini kami bertemu, berkenalan, dan berbicara panjang lebar dengan sedikit orang. Saat ada yang ingin berinteraksi dengan kami, cukup kami layani dengan sedikit senyum, basa-basi sekadarnya dan mengucapkan selamat tinggal. Bagi Tara, perjalanan ini penting, bagiku perjalanan ini konyol.

More details
WpActionLinkContent Guidelines