Story cover for TUKIK (On Going) by sabdasanagara
TUKIK (On Going)
  • WpView
    Reads 282
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 10
  • WpHistory
    Time 1h 4m
  • WpView
    Reads 282
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 10
  • WpHistory
    Time 1h 4m
Ongoing, First published May 04, 2020
Kita hidup pada jaman di mana pacaran adalah hal yang benar-benar dipermasalahkan. Ejekan dan cibiran adalah makananmu jika kau tidak memiliki pasangan. Lalu bagaimanakah Dira, seorang siswi SMA yang sangat membenci pacaran dan trauma akan lelaki bisa bertahan di kerasnya masa SMA?


"Sebuah cerita yang ringan dan mudah dicerna. Cocok untuk menemani waktu senggang kalian."


._.

Simak terus kisahnya dan jangan lupa vote juga beri komentar.


TERBIT setiap hari Senin dan Kamis pukul 21.00 WIB.

._.




TUKIK
By : Sabda Sanagara 
Cover by : Erika Oktaviani
All Rights Reserved
Sign up to add TUKIK (On Going) to your library and receive updates
or
#103karya
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Gemintang cover
Sudah 40 tapi deg-degan kayak SMA cover
Death Angel cover
Langit Kita Bersama cover
The Journey of Love and Friendship cover
Tacenda: Kita Kembar? | Sudah Dibukukan cover
Sampai di titik, "Hallo" lagi cover
TAKDIR DUA RAHSIA [OG] cover

Gemintang

21 parts Complete

Gemintang Farhana. Si cantik yang banyak diidolakan lawan jenis itu harus rela merasakan patah hati pertama kalinya karena diputuskan begitu saja oleh Bachdim, cinta pertamanya sejak masa kuliah. Gadis periang dengan wajah rupawan itu tak menyangka, keputusannya untuk pindah bekerja demi melupakan Bachdim justru membawanya pada cinta baru yang memerangkap hatinya. Dialah Amar Dwirangga. Sahabat dari saudara kembarnya sekaligus atasan Gemintang di kantor barunya. Amar dengan segala perhatiannya dengan cepat menyembuhkan luka seorang Gemintang. Namun sayang, di ujung perjalanan justru pria itulah yang terluka karena cintanya tak direstui semesta. Amar dan Gemintang tak pernah menyangka bahwa kisah cinta mereka hanya berujung pada keniscayaan belaka. Dan ini adalah kisah mereka, sepasang kekasih yang saling merindukan tanpa bisa saling mengutarakan. Dimana segala awal yang manis dan begitu indah ternyata tak bisa bertahan hingga selamanya.