Aura dan Lingkaran Setan

Aura dan Lingkaran Setan

  • WpView
    Reads 7,147
  • WpVote
    Votes 189
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2026
⛔ 18+ ⚠️ Trigger Warning: Cerita ini mengandung konten sensitif yang dapat memicu respons emosional, seperti kehilangan orang tua, penggunaan alkohol dan kondisi hangover, perundungan, kata-kata kasar, pelecehan serta kekerasan seksual, kehamilan di luar pernikahan, self-harm, depresi berat, hingga pikiran untuk mengakhiri hidup. Beberapa adegan ditulis secara emosional dan cukup eksplisit secara psikologis. Jika kamu sedang berada dalam kondisi rentan atau memiliki pengalaman yang berkaitan, disarankan untuk membaca dengan kesiapan mental atau bersama pendamping yang kamu percaya. Jaga dirimu baik-baik, ya.💛 Note: Cerita ini secara keseluruhan ditulis dalam sudut pandang orang pertama. Namun, beberapa bab ditulis dalam sudut pandang orang ketiga untuk penggambaran yang lebih luas. --------------------------------------------------------- Lingkaran setan itu nyata! Aura, gadis cantik yang lahir dari hubungan suami-istri tanpa ikatan pernikahan resmi, harus menelan pahitnya kenyataan: masa lalu kelam ibu kandungnya kini menghantuinya juga. Fakta bahwa dirinya bukan darah daging wanita yang selama ini membesarkannya dengan penuh kasih sudah cukup menghancurkan hatinya. Ditambah lagi saat bunda angkatnya terbaring lama di rumah sakit hingga akhirnya menutup mata untuk selamanya, di situlah hidup Aura seolah ikut berhenti. Ia merasa kehilangan kompas. Kepergian sang bunda menjadi titik runtuh segalanya. Kuliahnya berantakan, pergaulannya semakin liar, hubungannya dengan keluarga mulai renggang. Dalam kabut luka yang tak pernah benar-benar sembuh, Aura terjerumus ke lingkaran pergaulan bebas yang membuat sejarah tragis ibunya kembali terulang pada dirinya. Aura hamil. Tanpa cinta. Tanpa restu. Tanpa masa depan yang pasti. "Kata orang, akan ada pelangi setelah hujan. Tapi hujanku malah turun tengah malam." Nb: sampul cerita ini menggunakan foto Zhao Lusi & Zhang Linghe dari Pinterest, kemudian diubah dalam bentuk vektor. - 2 Februari 2023
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • NAYLA  || Luka Berakhir Duka (End:Revisi📌)
  • SASGARA (SELESAI)
  • USAI? (On Going)
  • Dancing In The Wound
  • Sudut Luka Nazea
  • Kesya ✔
  • Painful By Accident (Completed)

Dunia ini sangat keras dengan perempuan, apalagi bila di masa lalunya terdapat sebuah aib besar 🌟🌟🌟 Mengandung di usia muda karena gaya berpacarannya yang bebas, Zia otomatis menghancurkan kehidupannya sendiri. Mulai dari kehilangan orang tua, berhenti sekolah dan dicemooh orang - orang sekitar, perlahan dia terima usai aibnya itu terkuak. Belum lagi kekasihnya, Elang yang tidak mau bertanggung jawab membuat hidup dia semakin sulit. Seiring bertambahnya usia wanita itu, karena menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah, Zia mulai bertekad mencari ayah untuk sang buah hati. 'Hanya bisa menerima masa lalunya' cukup dengan satu syarat tersebut siapapun orangnya pasti akan dia terima, pikirnya. Sempat yakin akan ide tersebut, saat dijalani ternyata Zia justru cuma mendapat luka yang lebih alih - alih calon suami, sebab tak semua lelaki bisa menerima masa lalu buruk pasangannya, begitupun keluarga mereka. "Tentu, aku ingin bahagia, tapi bila mereka terus mempermasalahkan masa lalu apa aku perlu mempertahankan keinginanku untuk menikah?" - Zia Cassiopeia "Jangan menyukaiku, lukaku belum kering, kamu bisa saja ikut menderita karenanya!" - Raden Elang Aghastya "Semua orang punya masa lalu yang buruk, gak terkecuali aku, jadi gakpapa mencoba bangkit lagi dengan bantuan orang lain dan berharap bahagia!" - Garuda Biantara "Aku janji gak akan menuntut apapun darimu, aku bicara begini hanya mau kamu tahu perasaanku selama kita saling berinteraksi dan bertemu supaya aku gak canggung lagi!" - Luna Rea Nanda

More details
WpActionLinkContent Guidelines