FAKE CUPU | On Going |

FAKE CUPU | On Going |

  • WpView
    Reads 546
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hidupku penuh dengan kebohongan, Penuh dengan kejadian yang sulit untuk ku lupakan. Teman yang tiba-tiba datang, lalu pergi begitu saja, meninggalkan ku sendiri. Harta yang telah membutakan segalanya, hingga membuat ku, ayah, dan ibu hancur. Hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kesederhanaan. Hinaan dan cacian dari teman-teman, aku terima. Ku selalu menundukkan kepala ku, tak berani untuk mendongak. Hingga seseorang datang dan mengangkat kepalaku. Mendampingi ku tanpa rasa malu. Dia bagaikan Bulan yang datang dalam kegelapan malam. Aku sangat beruntung memiliki nya. Namun, masalah datang dan membuatnya pergi dari sisiku. Aku kembali gelap. Bulan ku telah pergi. Apakah aku bisa bertemu dengan Bulan ku kembali? Aruna Putri Wijaya Lintang Khatulistiwa Diego Ikutin kisah hidup ku di Story "FAKE CUPU". Jangan lupa vote and Comment. Follow juga akun Author ✌️
All Rights Reserved
#802
fiksiumum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi Kegagalan
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Fifa Story [END] ✔
  • Kim Doyoung : Bunny Ice [Completed] (Telah Terbit)
  • SELENOPHILIE [END]
  • Amour (COMPLETE)
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Semu [Completed]
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines