Anathema

Anathema

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2020
Mengklaim, menghakimi dan mengutuk. Itulah yang mereka lakukan pada dunia yang terbuat atas kesalahan mereka sendiri. Tapi seolah menutup mata atas tingkah laku mereka, mereka pun menjatuhkan semua kesalahan mereka pada makhluk yang bahkan tak tahu apa-apa. Namun seolah semua itu tak puas bagi mereka, makhluk-makluk tak berdosa itu pun ditindas oleh kemarahan mereka tanpa sebab yang jelas. Namun dilain sisi, mereka memuliakan sebuah kaum, menganggungkan kaum tersebut sebagai kaum yang mulia, dan tak hentinya menarik daya kaum tersebut untuk menjadi seperti mereka. Hingga tanpa mereka sadari, kaum itu akan menjadi sahabat dekat bagi para makhluk yang mereka cela.
All Rights Reserved
#762
khayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Faith in You : The Seeker
  • TITIK SILANG (TAMAT)
  • Syal Merah
  • Skripsi dan Barista CoffeeShoop
  • Hunter Devil
  • Fantasi Moralitas
  • Identitas Yang tersembunyi...
  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI

Kehidupan yang kamu dambakan itu... Dengan mudahnya lenyap tepat di hadapanmu, Tidak ada harganya lagi. Frustrasi? Depresi? Bukan... Kata-kata tidak dapat mewakili perasaanmu kala itu, Bisa hidup setelah semua itu terjadi pun... Sungguh merupakan suatu keajaiban. Theta merupakan korban sekaligus saksi hidup dari suatu insiden yang merupakan rahasia besar di balik damainya negeri ini, yaitu keberadaan penyihir dan para penumpas sihir yang bekerja di balik layar. Mencari kebenaran adalah salah satu alasan kemudian ia bergabung dalam organisasi penumpas sihir, kemudian ia berlatih hingga mendapat tugas ke Kota Abad Baru. Sebuah tugas khusus yang berhubungan erat dengan insiden yang ia alami dulu. Namun, kehadiran seorang demi seorang semakin mengganjal perasaannya. Setitik demi setitik kebahagiaan mulai melekat di hatinya, seakan bertanya pada diri "Apakah ini keputusan yang tepat?" Sementara ia tahu, bahwa menginginkan segalanya berarti siap untuk kehilangan segalanya. Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Percaya dengan apa yang ingin mereka percaya, Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan menerima atau berpaling dari kebenaran? Keputusan ada di tanganmu, Kupercayakan itu padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines