Flower Need Time To Bloom

Flower Need Time To Bloom

  • WpView
    Membaca 362
  • WpVote
    Vote 55
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mei 4, 2020
Hai para pembaca yang semoga baik-baik saja. Aku tau kalian mungkin sedang tidak sebaik yang aku lihat. Tapi percayalah,Itu memang bakat terpendam yang dimiliki oleh hampir semua orang bukan? -Termasuk aku. Ini tentang beberapa goresan yang selama ini tertimbun dalam ruang yang entah akan ku namai apa- Gudang? Bukan .Ia tak akan pernah menjadi barang tak terpakai .. Mungkin lebih tepatnya Arsip.. Yasudah.. Biar ku ceritakan .. untuk kalian yang merasa sedang patah hati, Ia sebenarnya bukan tentang perasaan luka yang harus berlama-lama di pendam. Belajarlah untuk melepaskan agar lega. dan yang kehilangan merasakan sesalnya- Salam rindu Salam aksara @AthiaMmtza_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#65
tentangkamu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senja Yang Tak Kembali
  • I Love You √
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Harapan Bunga Terakhir
  • SEMESTAKU
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Full Of Scratches
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • ALLER

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan