Story cover for INTUISI by Coretkata
INTUISI
  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published May 04, 2020
******

Aku tidak tahu!!!. Bahkan aku sudah berusaha tidak menginginkan mu, sekuat tenaga aku membencimu.

Tapi selalu saja intuisiku menemukan jalan pulang ke rumahnya.

Padahal jalan yang ia tempuh penuh liku, bahkan selalu membuat hati sang puan dipenuhi luka dan duka.
 
















Harap maklum Author masih pemula 😁😁

Warning!!! typo bertebaran dimana-mana

Ig: @coretkata__
All Rights Reserved
Sign up to add INTUISI to your library and receive updates
or
#159anakmuda
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
For You [END] cover
Om, Ayo Nikah!  cover
Sefrekuensi {ON GOING} cover
Dear You [END] cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
ANANTA [COMPLETED] cover
RafaelClara cover
Bersamamu cover
Setia Di Hati (Selesai) cover

Rama Prananta (Sudah Terbit)

31 parts Complete

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.