CaraMel💗ve

CaraMel💗ve

  • WpView
    LECTURI 164
  • WpVote
    Voturi 16
  • WpPart
    Capitole 9
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare sâm, iul 4, 2020
Banyak memberi pelajaran bukan berarti kejam,aku ingin kau sadar atas apa yang kau lakukan!dan bisa menghargai atas nama perjuangan! @Carabella almira azzahra Menurutku,musik adalah perasaan yang bisa didengar,dan kamu adalah rasa yang aku perjuangkan! @Muhammad Melviano Mahaprana Cara? Hmm Gue tiba-tiba punya ide yang bagus! Tumben! Kalau nanti anak kita cewe kita beri nama aja Caramel gimana? Halluuu!Dasar pithecanthropus erectus! Tapi ra! rasa gue bukan sekedar canda tapi ini candu! Bukan sekedar singgah tapi ini sungguh! Bukan sekedar melirik tapi ini tertarik! Buk.... Tapi gue benci sama loh! Ra benci juga bisa kok berubah jadi cinta! Serahloh! Yaudah kalau loh udah cinta sama gue buatin lagu dengan kata-kata yang barusan gue ungkapin!
Toate drepturile rezervate
#24
bella
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Memories in Moon
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Diam Tak Bisu (END)
  • HE IS MY MINE!
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • SyasaGlean (END)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Letha

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut