Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
TIME OUT IN THE RAIN

TIME OUT IN THE RAIN

  • WpView
    LETTURE 96
  • WpVote
    Voti 10
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, mag 27, 2020
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Fiki, seorang yang pintar, tampan, pendiam, dingin, serta orang yang paling di takuti di SMA nya. Namun, ia harus mengalami kecelakaan yang membuat ia merasa bahwa ia seorang anak TK yang baru saja pulang sekolah. Dia menderita amnesia disosiatif yang diakibatkan sters berkepanjangan serta karna bekas oprasi otaknya selepas kecelakaan. Bagaimana ekspresi teman sekolahnya melihat sosok yang biasa tampil menakutkan tiba tiba berperangai seperti anak TK berusia lima tahun?. bagaimana juga kedua orang tuanya yang memanfaatkan keadaan itu untuk bisa dekat dengan fiki yang sudah terpisah sejak 5 tahun terakhir?, dan kenapa doa Fira bisa terkabul?.
Tutti i diritti riservati
#644
kasih
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Love Melodies [END]
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • 2 Dimensi
  • When Love Calls [END]
  • AISHERA
  • Promise
  • Perfect Bad Boy
  • Javas Drexzer [END]
  • Tinta Luka [END]

Terkadang seseorang memiliki harapan yang tidak dapat diungkapkan, namun ada tiga hal yang akan selalu mendengarkan harapan itu: Tuhan, lilin, dan bintang jatuh. Itulah mengapa kita selalu berdoa kepada Tuhan, mengucapkan harapan pada saat ulang tahun, dan memohon pada bintang jatuh. --- "Apa yang kau lakukan padanya?" Reina tertawa sarkas mendengar itu. "Kau seharusnya bersyukur aku tidak menancapkan pisau itu di dadanya." Reina menunjuk-nunjuk dada itu sebelum tangannya ditepis kasar. "Stay away from her!" "Jika itu yang kau mau, maka berhentilah mendekatinya. Bukankah aku sudah bilang, kau hanya milikku seorang, jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada orang lain yang boleh memilikimu. "Aku bisa melukainya lebih lagi jika kamu mau!" teriak Reina kembali tertawa sarkas. --- "Ambulans! Cepat panggil ambulans!" Darah itu terus mengalir membasahi bajunya. Tangannya yang dingin terangkat menyentuh air mata yang mengalir turun membasahi pipinya. Suara itu memanggil namanya semakin keras saat pandangannya menjadi gelap. (c) 2023

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti