Senawa
  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2020
"Kalo jalan liat-liat dong!!! Kotor kan jadinya tangan gue gara-gara low!" Teriakan dari salah satu sudut lobi sekolah yang langsung menggemparkan semua seswa yang berada di dalamnya. "SANTAI bisa gak... Ini cuman tinta printer gak permanen juga dicuci pake sabun juga hilang... Gak usah marah-marah gitu juga!" Balas Sena dengan nada tinggi 8 oktf kara itu semua bukan kesalahannya tapi pria itu juga yang menabraknya. " Aku bakal trima klo cuma tangan yang kena..! Tapi liat hampir aja jam tanganku juga kena tau gak..." ....... ..??? Seperti apa kira-kira kelanjutannya ayo silakan mampir! Hai Kaka yang cantik and ganteng mari baca crita saya yang menceritakan kisah perjalan hidup seorang gadis dengan beribu tikungan dan halangan cuz ayo mampir🙃🙂.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • POLARIS
  • Wanderer Friendship (Just A Friend Until The End) 18+
  • Ayesha Transmigration
  • KITA DAN SEMESTA
  • sebait kenangan
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Amor Almira
  • ASAVELA KIARA
  • Three Targeted Girls!!

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines