Cerita Kita

Cerita Kita

  • WpView
    Leituras 214
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mai 9, 2020
Hingga akhir ini, aku tidak paham akan hal yang terjadi pada diriku. Perasaan ini aneh, selalu mengusik pikiranku. Ah, semesta aku bingung. Tapi, setelah dipikir-pikir yang membuat pusing sebenarnya tidak perlu dipusingin. Kepala kita sendiri yang membuat hal sederhana menjadi rumit. Entah akunya yang tidak pandai bercerita ke orang lain atau hanya ingin kusimpan saja. Selang beberapa waktu, diriku mulai membuang perasaan itu jauh-jauh. Semua diluar kendaliku, ada apa semesta? Mengapa kau tidak mengizinkanku akan kepercayaan yang selama ini kupercaya? Ini semua tidak adil. Seandainya aku bisa mengerti bahwa, yang nyata itu pelik dan yang fana itu baik, mungkin selama ini aku tidak akan menaruh kepercayaan semua hal itu. Varissa Zeera, ya, itu namaku. Semoga kalian tidak bosan membaca ceritaku. Aku tidak tahu akan ada tokoh utama yang bisa membantuku atau tidak. Kalaupun iya, semoga tidak parasit mungkin. Sejujurnya aku tidak pandai bercerita ke orang lain, mungkin dengan menulis semua ini setidaknya bisa menemanimu. Salam hangat, Varissa Zeera.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Sedikit Waktu -SELESAI-
  • Tyllie {END}
  • PUNDUNG FAMILY [Revisi]
  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • Maaf' (Revisi)
  • its me {LENGKAP}
  • ❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL
  • Shadows of the Main Story
  • DENTING  [Revisi]

Aku ungkapkan segala rasa yang tersimpan. Hingga, pada akhirnya hati menyadari satu hal. Semua yang begitu indah di angan, tidak harus selalu menjadi kenyataan. Sebab, masih ada harapan yang dimiliki semesta. "Jangan kecewa, aku di sini berhak untuk melindungimu. Meskipun, tak ternilai dalam rasa, perhatianku mampu menjadi air yang meluluhkan kamu. Sekeras apa pun itu." Tekad terucap dari Andra, saat melihat bulir di pipiku tak kunjung henti berjatuhan. Memeluk erat, hingga membuatku tak tersadar. Perlahan, dia membisikkan kata yang belum pernah kudengar. Lebih dari cinta, dan aku beruntung mendapatkannya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo