Risau
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, May 6, 2020
Bukan ku lancang menulis segala bait berisikan dirimu. mengisahkan tentang rindu yang bermetamorfosa menjadi ragu dan menjalang keberbagai arah. .untuk segala luka yang telah dimantapkan. ini pasal rindu yang bernada pilu serta ragu yang berlagu sendu. Terimalah segala bait risauku. .Untukmu yang lancang membeku. terimalah intonasi dungu dari lagak orang merindu. Dinamika risau AKU
All Rights Reserved
#123
ragu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • N O R A [on going]
  • flashback~
  • About You Dandelion
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Segala Tentangmu ❝
  • Alena
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines