We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mikaila

Mikaila

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Seperti kata orang tua, apa yang kita mulai harus bisa kita akhiri apapun caranya. Kenapa gue harus bingung gimana caranya buat nyelesain masalah ini sedangkan semua sudah sangat jelas, Rafan gak memiliki rasa yang sama seperti gue. "Maksud Lo apa nerima permintaan itu?" teriakan Rafan menggema dikelas yang awalnya sunyi itu. Di depan semua anak kelas 11 IPA 1 gue sedang jadi perhatian karena didatangi jagoan SMA Dharma Wijaya. Seorang Rafan Anggara Putra berhasil membuat semua orang memandang aneh kearah mereka berdua. "Kalau gue bilang gue butuh semuanya, apa Lo mau bilang kalau gue manfaatin lo?" balas gue dengan acuh sekaligus buang muka kearah pintu. "Gue gak pernah nyangka Lo lakuin hal serendah ini cuma buat kepentingan lo sendiri, emang gak salah orang-orang ngelakuin lo gitu." Perkataan Rafan mengusik gue yang sejak tadi tidak fokus ke dia dan menahan perih dalam diri gue dengan menatap Rafan tajam. Tanpa menoleh lagi Rafan meninggalkan kelas sambil tak lupa menggebrak pintu yang tadinya tertutup. copyright by @justmind_
All Rights Reserved
#23
mikaila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Transmigrated as twins
  • ASAVELA KIARA
  • I'm Rafkal Not Raskal !!
  • Forever Friends ( End )
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • Bad and Good
  • Tak Berarti (SLOW UPDATE)
  • Love Is Never Enough
  • +One

Rafa dan Dava adalah dua sahabat yang sama sama aktif, toxic dan bertengkar dalam hal kecil, namun selalu kembali berbaikan setelah 3 menit kemudian. Rafa, meski punya asma, aktifnya sangat luar biasa, membuat guru jadi sakit kepala, dan tak pernah kapok meski setelahnya harus mendapatkan udara lewat masker oksigen atau inhaler. Dava pun begitu. Mereka satu hati, satu jiwa, dan selalu satu pikiran. Rafa terluka, ia ikut terluka, Rafa dihukum, ikut dihukum, Rafa sakit, ia tak ikut sakit. layaknya anak kembar. Suatu hari, kebakaran besar melanda sekolah mereka. Rafa terjebak di UKS, dan Dava, yang sudah keluar duluan, kembali ke dalam untuk menyelamatkan Rafa. tapi, ya begitulah takdir. mereka mati tertimpa reruntuhan, sebelum bisa keluar. dan Rafa, sudah lebih dulu pergi di pelukan Dava karena terlalu banyak menghirup asap yang membuat Paru paru nya terbakar. ketika terbangun... "Anjir, lo siapa? " "Gue Rafa." "bohong, muka lo gak ganteng kek gini, anjay." "lah, anjir. lo siapa sok kenal gue?! " "Dava, gue. " "bohong, Dava juga gak punya muka ganteng. yeeuuu asbun, lo." "eh anjir. gue kan dah mati, sialan! gue Rafa!" "lah iya, gue juga mati pas nolongin si Rafa! " "Sialan! jadi... " KITA PINDAH BADAN, GITU?! " Cerita baru~ suasana baru~ misi baru~ hasil pemikiran sendiriii, terlalu banyak inspirasi ampe susah tidur~ *ngobatin Papi Sapier, pake cerita si kembar baru, neh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines